Wednesday, June 04, 2008

Ayah... Maafkan Dita

Ada cerita dikit nih, biasa dari milist Parenting_Indonesia... Saya sebenarnya sudah pernah melihatnya di FTV salah satu stasiun TV swasta. Saya lupa judulnya, tapi ceritanya persis banget kaya cerita ini... Cerita ini mengingatkan kita sebagai orang tua untuk tidak terlalu mencintai harta ketimbang anak sendiri... Dan janganlah kita bersikap terlalu keras terhadap anak. Gininih ceritanyaa..

Sepasang suami isteri - seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak dan diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun.

Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.

Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya... karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.

Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh is pembantu rumah.

Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, "Kerjaan siapa ini !!!"... Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan "Saya tidak tahu..tuan", "Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yang kau lakukan?" hardik si isteri lagi.

Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya.
Dengan penuh manja dia berkata "Dita yg membuat gambar itu ayahhh... CantikKan... !" katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali2 ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa-apa menangis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.

Sedangkan si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa. Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.

Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka-luka dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka-lukanya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan is anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. "Oleskan obat saja!" jawab bapak si anak.

Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu. Meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah, "Dita demam, Bu..." jawab pembantunya ringkas. "Kasih minum panadol aja ," jawab is ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.

Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. "Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap" kata majikannya itu Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar anaknya dibawa ke rumah sakit karena keadaannya sudah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. "Tidak Ada pilihan.." kata dokter tersebut yang mengusulkan agar keduatangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut. "Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah" kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.

Si ibu meraung merangkul is anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. "Ayah.. Ibu... Dita tidak akan melakukannya lagi... Dita tak mau lagi ayah pukul... Dita tak mau jahat lagi... Dita sayang ayah... Sayang ibu...", katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. "Dita juga sayang Mbok Narti..." katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.

"Ayah.. kembalikan tangan Dita... Untuk apa diambil... Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?... Bagaimana Dita mau bermain nanti?... Dita janji tidak akan mencoret-coret mobil lagi..." katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa keduatangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf.

Tahun demi tahun kedua orang tua tersebut menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat sang ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yang tak bertepi. Namun... si anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tersebut tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya.

Kenali Gejala Stroke

heheh.. baru isi lagi neeh.. ininih ada email tentang stroke dari milist Parenting_Indonesia.

Cukup 3 pertanyaan!!! Mengenali tanda stroke

GEJALA STROKE

Sewaktu pesta barbeque, seorang teman terjatuh - dia meyakinkan semua orang yang datang kalau dia tidak apa-apa dan katanya hanya tersandung batu bata karena sepatu barunya (padahal mereka menawarkan memanggil paramedik).

Mereka membantunya membersihkan diri dan mengambilkan piring makanan baru. Meskipun terlihat sedikit terguncang, Ingrid meneruskan menikmati sore itu.

Malamnya, suami Ingrid menelpon memberitahukan semua orang bahwa istrinya telah dibawa ke rumah sakit - (pukul 6 sore besoknya, Ingrid meninggal). Dia mendapat serangan stroke pada pesta barbeque. Kalau saja mereka tahu bagaimana mengenali tanda-tanda stroke mungkin Ingrid masih bersama kita hari ini.

Hanya membutuhkan satu menit untuk membaca ini.

Seorang ahli syaraf mengatakan bahwa kalau dia bisa menolong seorang korban stroke dalam waktu 3 jam sejak serangan tersebut, dia bisa membalikkan pengaruh stroke.... secara total! Dia mengatakan bahwa triknya adalah mengenali dan mendiagnosa stroke dalam waktu 3 jam sejak serangan, yang sebenarnya merupakan hal yang sulit.

MENGENALI STROKE

Puji syukur kepada Allah SWT yang Maha Pencipta atas indera yang dapat mengingat TIGA hal berikut.

Baca dan pelajarilah!

Kadang-kadang gejala stroke sulit dikenali. Sayangnya,kurangnya kewaspadaan dapat mendatangkan bencana. Korban stroke dapat menderita kerusakan otak sewaktu orang-orang yang ada disekitarnya pada saat kejadian, gagal mengenali gejala-gejala stroke.

Sekarang banyak dokter mengatakan bahwa orang di sekitar korban dapat mengenali gejala stroke dengan menanyakan tiga pertanyaan sederhana ini:
  1. Minta orang tersebut untuk TERSENYUM.
  2. Minta orang tersebut untuk MENGANGKAT KEDUA TANGANNYA.
  3. Minta orang tersebut untuk MENGUCAPKAN SEBUAH KALIMAT SEDERHANA (yangmasuk akal), contoh: "Hari ini cerah." Blablabla...

Bila orang tersebut tidak bisa melakukan apa yang kita minta diatas atau salah satunya segera bawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama selanjutnya.

Monday, May 19, 2008

Puzzle Yang Tepat untuk si Dua Tahun

Semenjak Sina umurnya 1 tahunan saya pernah iseng membelikan puzzle bentuk2 ayam. Mulai dari telurnya, terus telur menetas, jadi anak ayam terus jadi ayam jantan deh. Awalnya Sina ga bisa.. itu wajar.. sampai ibu saya bilang "sina sih jangan di beliin mainan kaya gitu belum bisa..". Tapi, saya membelinya juga bukan buat supaya sina langsung suka dan bisa memainkan puzzle. Saya membelinya, karena ingin memberikan mainan yang ada manfaatnya buat Sina. Yang penting, yang harus kita perhatiin jangan memaksa si anak untuk langsung bisa. Alhamdulillah, pas sina umur sekitar 18 bulanan dah bisa masukkin kepingan puzzle ke papan berlubang sesuai bentuknya.

Saya juga dapet neeh artikel tentang puzzle buat anak yang umurnya kurang lebih 2 tahun. Saya dapet dari tabloid Mom & Kiddie Edisi 20 Th II. Isinya bermanfaat banget buat saya dan sina.

Permainan Edukatif. Menurut Mayke S. Tedjasaputra, Psi, menjelang usia dua tahun, anak-anak sudah bisa dikenalkan dengan permainan puzzle. Pasalnya, gerakan motorik tangan serta jari-jemari anak sudah cukup terampil untuk memasang kepingan puzzle. Secara kognitif, anak juga sudah siap untuk mengenali bentuk.

Puzzle termasuk alat permainan edukatif (APE). APE dirancang untuk mengembangkan kemampuan anak belajar sejumlah keterampilan. Misal melatih motorik halus, melatih anak untuk memusatkan perhatian dan memahami konsep tertentu seperti bentuk, warna, ukuran dan jumlah.

Gambar Utuh. Disarankan Mayke, pada awalnya perkenalkan puzzle dengan gambar utuh kepada si dua tahun anda. Alat permainan puzzle ini disebut form board, dimana kepingan dimasukkan ke dalam papan berlubang yang sudah tersedia sesuai bentuknya. Sebelumnya bekali dia, nama dan bentuk-bentuk gambar tersebut.

Biasanya jumlah kepingan form board antara 4-6 buah dengan ukuran besar dan diberikan knob agar anak mudah memegang dan memasangkan kepingan puzzle. Perlu diingat kemampuan, ketrampilan dan minat anak berbeda-beda.

Jenis-jenis Puzzle. Puzzle sendiri beragam jenisnya. Ada yang terbuat dari karton tebal dan ada yang terbuat dari kayu. Seiring waktu, semakin tinggi usia anak, maka makin tinggi tingkat kesulitan puzzle akan semakin bertambah. Biasanya, hal ini ditunjukkan dengan jumlah kepingan yang semakin banyak dengan ukuran yang lebih kecil.

Puzzle gambar hadir dengan berbagai tema menarik, misalnya hewan peliharaan (kucing, ayam), transportasi (mobil, bus, pesawat), binatang laut (ikan, kepiting, kuda laut), perabotan rumah tangga (tempat tidur, sofa, meja) dan sebagainya.

Cara Pilih Puzzle yang Baik. Bahan puzzle sebaiknya dari kayu atau karton tebal agar tidak mudah rusak. Agar aman, cat yang dipakai harus memenuhi syarat antitoksin sebab anak masih suka memasukkan mainan ke dalam mulut.

Tips memilih puzzle yang baik adalah potongan kepingan harus memenuhi presisi bentuk dan tidak ada bagian yang tajam sehingga memudahkan anak memasang ke tempat yang sesuai, tidak membuat anak prustasi dan tidak membahayakan. Sebaiknya jangan memilih puzzle dari karton tipis sebab akan menyulitkan anak memasang bentuk karena mudah terlepas satu dengan yang lain dan mudah rusak.

Bentuk Dasar. Dikatakan Mayke, puzzle huruf dan angka sebaiknya tidak diberikan sebelum anak mengenali bentuk-bentuk dasar seperti lingkaran, bujur sangkar dan lainnya. Karena anak akan menemui kesulitan dan akhirnya menolakk bermain puzzle. Perlu dicamkan, anak usia dua tahun tidak mutlak diberikan puzzle huruf dan angka. Lebih baik mereka memahami konsepnya secara mendasar, misalnya apa arti 'dua' yang berarti ada dua benda. Huruf tidak mempunyai makna, karena itu lebih baik anak dua tahun diperkaya dengan pembendaharaan kata ketimbang mengajarkan huruf yang sangat abstrak di mata anak.

Ciptakan Rasa Senang. Ada anak yang tidak bermain puzzle, karena membutuhkan ketekunan dan kesabaran. Biasanya anak yang sangat suka bergerak kurang tekun bermain puzzle. Untuk mengatasinya, orang tua bisa mencoba memperkenalkan puzzle sedikit demi sedikit. Misal dalam satu kesempatan, cukup dikerjakan 2 kepingan dan dilanjutkan kemudian. Sebaiknya tidak memaksa anak.

Anak lebih senang berpartisipasi jika kepingan puzzle diletakkan di lantai atau di meja. Ajaklah anak untuk memulai menyusun sendiri atau membantu menyelesaikan apa yang sedang anda kerjakan. Pastikan anda mempunyai persediaan puzzle yang memadai dan berikan satu-satu jangan sekaligus semuanya. Ketika anak sudah bosan bermain berkali-kali dengan puzzle yang sama segera berikan puzzle yang lainnya.

Jangan lupa, berikan pujian dan dukungan setiap usaha anak agar mereka merasa percaya diri dan berkemampuan.

Friday, May 16, 2008

101 Manfaat Puzzle

Neeh.. puzzle, permainan bongkar pasang ini banyak banget manfaatnya loh.. Saya dapet dari artikel di tabloid Mom & Kiddie.
  • Mengasah Otah. Si kecil terasah otaknya dengan memecahkan masalah.
  • Melatih koordinasi mata dan tangan. Anak belajar mencocokkan keping2 puzzle dan menyusunnya menjadi satu gambar. Ini langkah penting menuju pengembangan ketrampilan membaca.
  • Melatih Logika. Membantu melatih logika anak. Misalnya puzzle bergambar manusia. Anak dilatih menyimpulkan di mana letak kepala, tangan, dan kaki sesuai logika.
  • Melatih kesabaran. Bermain puzzle membutuhkan ketekunan, kesabaran dan memerlukan waktu untuk berfikir dalam menyelesaikan tantangan.
  • Memperluas pengetahuan. Anak akan belajar banyak hal, warna, bentuk, angka, huruf. Pengetahuan yang diperoleh dari cara ini biasanya mengesankan bagi anak dibandingkan yang dihafalkan. Anak dapat belajar konsep dasar, binatang, alam sekitar, buah-buahan, alfabet dan lain-lain. Tentu saja dengan bantuan ibu dan ayah. (Efa)

Biaya Pendidikan yang Waaaah!!

"Mamah cape!! Pulang kerja kamu rewel aja.. Mamah kerja juga kan buat biaya sekolah kamu!! Biar kamu jadi anak pintar!! Sekolah itu kan mahal nak.."

Waduw.. ini ibu bener, apa ga yah?? Kepingin anaknya pinter, tapi bukannya mendampingi anak dalam hal belajar, malahan sibuk cari uang sampai ga bisa atur waktu buat anak dan membiarkan anak belajar sendiri dari guru di sekolah yang berkualitas..

"Hmmm.. mungkin ini emank jadi dilema buat para ibu.. mungkin.."

Jadi kepikiran sekolah buat anak ntar.. Mau di sekolahin kemana yah?? Ini baru kepikiran SD neeh, berhubung Sina baru 20 bulan.. heuheuh. Tapi pastinya ingin sekolah yang berkualitas baik. Ingin anak sekolah di sekolah alam yang memperdalam ilmu agama juga, yah mudah2an dengan sekolah disana selain mendapatkan ilmu umum, Sina bisa jadi orang yang cinta akan alam dan lingkungan sekitarnya, dan yang pasti akan cinta dan setia pada Allah SWT.. aamiin..

Tapi mengingat biayanya yang waw!! Saya sebagai ibu RT harus bagaimana yah?? Selama ini hanya mengandalkan penghasilan dari suami.. Bukan saya tidak percaya rezeki di tangan Allah, tapi ikhtiar apa yang harus saya dan suami lakukan, agar dapat mencetak anak2 menjadi orang2 yang berkwalitas. Menjadi orang2 yang bermanfaat bagi keluarga dan agamanya..

Apa saya harus bekerja di kantoran, menitipkan anak pada orang lain?? Saya rasa berat untuk meninggalkan tanggung jawab kita pada orang lain. Jelas2 Allah menitipkan anak kepada kita, masa mau saya titip lagi ke orang lain??

"Jadi apa yah, yang seharusnya saya lakukan??"

Mungkin, saya akan bekerja tanpa meninggalkan tanggung jawab saya sebagai ibu terutama dan sebagai istri. Kira-kira kerja apa yah?? hmmm.. Berhubung basic saya di dunia IT, Freelance Programmer kali yah.. aamiin.. mudah2an bisa.. insya Allah bisa.. Tapi saya harus belajar lagi neeh.. berhubung dah setaun ga pernah coding lagi.. heeee..

Dan mudah2an saya, insya Allah bisa membuat anak2 saya menjadi anak2 yang cerdas, pintar, soleh dan solehah.. aamiin.. sehingga mereka insya Allah menjadi orang2 yang selalu mendapatkan beasiswa mulai dari SD, SMP, SMA, S1,S2 hingga S3.. aamiin.. Dan dengan ilmu yang mereka dapat, mereka dapat memanfaatkan ilmu mereka di dunia untuk kesejahteraan mereka, keluarga, dan orang banyak.. dan untuk di akhirat nanti tentunya.. aamiin..

"Bagaimana yah cara, agar anak kita nanti bisa selalu mendapatkan beasiswa?? Bukan tidak mungkin kaan??"

Tuesday, May 13, 2008

Manfaat Prebiotik Oligosakarida Dalam ASI

Berbagai penelitian menunjukkan, ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi. Sebab, ASI mengandung zat-zat dan komponen yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangannya. Salah satunya adalah prebiotik oligosakarida. Ini merupakan komponen penting bagi terbentuknya saluran cerna yang sehat dan sistem pertahanan tubuh bayi yang optimal.

Saluran cerna, menurut konsultan gastroenterologi anak, dr Badriul Hegar SpA(K), merupakan organ tubuh penting dalam sistem pertahanan tubuh. Sekitar 20-40% jaringan pada saluran cerna adalah jaringan limfoid (jaringan yang berperan pada sistem immunisasi tubuh). Jaringan tersebut, kata dia, merupakan jaringan limfoid terbesar pada tubuh manusia. ''Wajar bila saluran cerna memiliki peranan penting, tak hanya pada sistem saluran cerna tapi juga pada sistem pertahanan tubuh secara keseluruhan,'' tutur dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta ini.

Sistem pertahanan tubuh dan saluran cerna yang optimal terlihat pada bayi yang mendapat ASI. Itu karena ASI mengandung prebiotik oligosakarida yang bisa membuat komposisi mikroflora (bakteri) di dalam saluran cerna didominasi oleh bakteri baik, misalnya bifidobacteria. Di dalam saluran cerna, oligosakarida akan difermentasi oleh mikroflora. Selain menghasilkan energi dan meningkatkan penyerapan air di usus besar, fermentasi tersebut juga menghasilkan berbagai asam lemak rantai pendek yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen (bakteri jahat).

Anak yang mendapat oligosakarida memperlihatkan kadar igA sekresi saluran cerna yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mendapatkan. Kadar igA sekresi saluran cerna yang tinggi akan membuat tubuh lebih terlindungi dari infeksi saluran cerna dan lebih toleran terhadap berbagai bahan makanan yang bisa mencetuskan alergi. ASI, menurut Badriul, juga sangat unik. Ia mengatakan, 80% sel dalam usus mengandung antibodi. Jadi, kalau ada sesuatu di usus, sel akan rusak sehingga kekebalan tubuh menurun. ''Uniknya, ASI penuh dengan bakteri yang baik. Ternyata di ASI ada oligosakarida. Dan itu tidak terdapat pada susu biasa,'' ujarnya. Oligosakarida, jelas Badriul, menghasilkan asam yang tidak cocok dengan bakteri jahat. "Karena itu, ASI merupakan pilihan paling baik." (Pusdalin-IDI)

-------

Sumber: www.idionline.org

Makan Apel Usir Polusi dalam Paru-paru

Sungguh menyebalkan, ketika ada orang yang dengan santainya mengepulkan asap rokok di sekitar kita. Ada solusinya bagi perokok pasif yang merasakan penderitaan tersebut tanpa bisa protes terhadap si perokok.

Ternyata, penelitian mutakhir menunjukkan bahwa makan apel dapat membantu melindungi paru-paru dari ancaman polusi udara dan asap rokok. Kuncinya adalah zat fitokimia yang ada pada apel. Laki-laki yang memiliki kebiasaan makan apel minimal lima buah per minggu ternyata mempunyai fungsi paru-paru lebih baik daripada yang tidak memiliki kebiasaan itu.


Untuk mendapatkan mutu buah apel terbaik, beberapa kiat berikut dapat dilakukan:

  • Pilihlah apel yang keras dan bebas kerut-kerut, bintik-bintik lembek, dan area-area 'memar'.

  • Simpanlah apel dalam lemari pendingin. Apel yang disimpan dalam suhu kamar akan cepat busuk menyerupai tepung. Dengan menyimpan dalam lemari pendingin, apel akan tetap segar selama dua minggu atau lebih, tergantung pada varietasnya.

-------


Sumber: Mom & Kiddie Edisi 18 th II