- Mengasah Otah. Si kecil terasah otaknya dengan memecahkan masalah.
- Melatih koordinasi mata dan tangan. Anak belajar mencocokkan keping2 puzzle dan menyusunnya menjadi satu gambar. Ini langkah penting menuju pengembangan ketrampilan membaca.
- Melatih Logika. Membantu melatih logika anak. Misalnya puzzle bergambar manusia. Anak dilatih menyimpulkan di mana letak kepala, tangan, dan kaki sesuai logika.
- Melatih kesabaran. Bermain puzzle membutuhkan ketekunan, kesabaran dan memerlukan waktu untuk berfikir dalam menyelesaikan tantangan.
- Memperluas pengetahuan. Anak akan belajar banyak hal, warna, bentuk, angka, huruf. Pengetahuan yang diperoleh dari cara ini biasanya mengesankan bagi anak dibandingkan yang dihafalkan. Anak dapat belajar konsep dasar, binatang, alam sekitar, buah-buahan, alfabet dan lain-lain. Tentu saja dengan bantuan ibu dan ayah. (Efa)
blog ini dibuat mudah2an bisa bermanfaat buat kami sekeluarga..agar kami bisa selalu memiliki keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah dan rumah kami selalu menjadi surga bagi kami..aamiin
Friday, May 16, 2008
101 Manfaat Puzzle
Tuesday, May 13, 2008
Manfaat Prebiotik Oligosakarida Dalam ASI
Berbagai penelitian menunjukkan, ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi. Sebab, ASI mengandung zat-zat dan komponen yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangannya. Salah satunya adalah prebiotik oligosakarida. Ini merupakan komponen penting bagi terbentuknya saluran cerna yang sehat dan sistem pertahanan tubuh bayi yang optimal.Saluran cerna, menurut konsultan gastroenterologi anak, dr Badriul Hegar SpA(K), merupakan organ tubuh penting dalam sistem pertahanan tubuh. Sekitar 20-40% jaringan pada saluran cerna adalah jaringan limfoid (jaringan yang berperan pada sistem immunisasi tubuh). Jaringan tersebut, kata dia, merupakan jaringan limfoid terbesar pada tubuh manusia. ''Wajar bila saluran cerna memiliki peranan penting, tak hanya pada sistem saluran cerna tapi juga pada sistem pertahanan tubuh secara keseluruhan,'' tutur dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta ini.
Sistem pertahanan tubuh dan saluran cerna yang optimal terlihat pada bayi yang mendapat ASI. Itu karena ASI mengandung prebiotik oligosakarida yang bisa membuat komposisi mikroflora (bakteri) di dalam saluran cerna didominasi oleh bakteri baik, misalnya bifidobacteria. Di dalam saluran cerna, oligosakarida akan difermentasi oleh mikroflora. Selain menghasilkan energi dan meningkatkan penyerapan air di usus besar, fermentasi tersebut juga menghasilkan berbagai asam lemak rantai pendek yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen (bakteri jahat).
Anak yang mendapat oligosakarida memperlihatkan kadar igA sekresi saluran cerna yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mendapatkan. Kadar igA sekresi saluran cerna yang tinggi akan membuat tubuh lebih terlindungi dari infeksi saluran cerna dan lebih toleran terhadap berbagai bahan makanan yang bisa mencetuskan alergi. ASI, menurut Badriul, juga sangat unik. Ia mengatakan, 80% sel dalam usus mengandung antibodi. Jadi, kalau ada sesuatu di usus, sel akan rusak sehingga kekebalan tubuh menurun. ''Uniknya, ASI penuh dengan bakteri yang baik. Ternyata di ASI ada oligosakarida. Dan itu tidak terdapat pada susu biasa,'' ujarnya. Oligosakarida, jelas Badriul, menghasilkan asam yang tidak cocok dengan bakteri jahat. "Karena itu, ASI merupakan pilihan paling baik." (Pusdalin-IDI)
-------
Sumber: www.idionline.org
Wednesday, May 07, 2008
Berikan Sup Kacang Merah untuk Anak yang Baru Diimunisasi
Vitamin Mineral. Anak usai imunisasi juga harus cukup asupan vitamin dan mineral. Kandungan makanan yang banyak mengandung vitamin dan mineral bisa diperoleh dari buah-buahan dan sayur-sayuran. Terutama buah-buahan berwarna merah dan orange. Misal, pepaya, melon orange, apel. Kandungan buah tersebut lebih banyak kandungan vitamin dan mineralnya dibandingkan buah berwarna pucat, seperti buah pear, dan salak.Monday, May 05, 2008
Kuesioner Penting Bagi Orang Tua
- Apakah anak anda senang di ayun?
- Apakah anak anda tertarik bermain dengan anak lain?
- Apakah anak anda suka memanjat barang-barang, naik tangga?
- Apakah anak anda senang "ci luk ba"?
- Apakah anak anda pernah bermain pura2 melakukan sesuatu, misalnya bicara di telepon atau memelihara anak dengan boneka, main dokter-dokteran?
- Apakah anak anda menggunakan telunjuk untuk menunjuk saat minta sesuatu?
- Apakah anak anda menunjuk untuk memperlihatkan perhatiannya pada sesuatu?
- Apakah anak anda bermain sewajarnya, dengan mainan kecil seperti mobil-mobilan, balok kayu, dsb. Lebih dari sekedar gigit-gigit dan banting-banting?
- Apakah anak anda pernah memperlihatkan/membaca benda untuk diperlihatkan ke orang tuanya?
- Apakah anak anda bisa melihat anda ke mata lebih dari satu, dua detik?
- Apakah anak anda nampak terlalu sensitif terhadap kebisingan (sering menutup telinga)?
- Apakah anak anda memberi senyum balasan atas senyuman anda?
- Apakah anak anda bisa menirukan ekspresi wajah anda misalnya senyum atau merengut?
- Apakah anak anda menjawab panggilan namanya?
- Apabila anda menunjuk ke suatu benda/mainan, apakah anak anda mengikuti dengan pandangannya?
- Apakah anak anda bisa ikut melihat ke benda yang anda lihat?
- Apakah anak anda menggerakkan jari dengan cara yang tidak biasa di dekat mukanya?
- Apakah anak anda mencoba menarik perhatian anda pada aktivitasnya?
- Pernahkah anda berfikir, bahwa anak anda tuli?
- Apakah anak anda memahami yang dikatakan orang?
- Apakah anak anda menunjukkan pandangan kosong atau mondar mandir tanpa tujuan?
- Apakah anak anda melihat ke wajah anda untuk mengetahui adanya reaksi saat menemui sesuatu yang aneh?
Apabila jawabannya lebih banyak "tidak", maka sebaiknya berkonsultasi dengan profesional yang ahli dalam perkembangan anak atau mendalami bidang autisme. (Dwi Retno)
Sumber : Mom & Kiddie
Sunday, April 27, 2008
Kedelai Hitam, Si Penangkal Radikal Bebas

Belakangan anak saya, sina.. doyaaaann banget ama yang namanya kecap.. kalo makan pasti maunya pake kecap.. sampe2 kalo mo makan buah, makan kue, segala makanan pengennya make kecap.. kadang kecapnya ditambul, ga pake lauk apa2.. tapi ya saya biarin ajah, yang penting anak saya mau makan.. tapi kalo buah atau makanan yang ga mungkin pake kecap, sebisa mungkin saya larang.. abisan kebayang aneh rasanya kan?! yang saya tau, kecap itu mengandung kedelai hitam kan.. mangkanya saya cari2 deh di internet, di artikel2 manfaat dari kedelai hitam.. alhamdulillah dapet artikel yang pas banget, tentang manfaat kedelai hitam buat si kecil yang tengah tumbuh kembang. Saya dapet artikelnya dari Mom & Kiddie.
Kaya Gizi. Kedelai hitam kaya protein dengan kandungan gizi bervariasi, antara lain protein sekitar 31 - 47% dan lemak 37 - 41%. Bicara gizi, rupanya kedelai hitam mengandung zat gizi makro, misalnya karbohidrat, lemak dan protein. Selain itu menyimpan zat gizi mikro, seperti vitamin A, B1, B2, B12, C dan K, serta macam2 mineral contohnya, kalsium, magnesium, fosfor, natrium, kalium, zat besi dan zink.
Mengandung Antioksidan. Belakangan ini, disebut-sebut bahwa radikal bebas menyebabkan penyakit kanker. Radikal bebas muncul akibat polusi, sinar ultraviolet, pestisida, bahkan pencemaran makanan. Oleh karena itu tubuh memerlukan pembasmi radikal bebas, yaitu antioksidan yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Warna hitam pada kulit kedelai itu mengandung senyawa antosianin, yaitu suatu antioksidan yang mencegah terjadinya oksidasi. Selain itu, di dalam kedelai hitam juga terdapat zat genistein, suatu senyawa antioksidan isoflavon yang fungsinya sebagai zat antimutagenik pencegah kanker. Jadi, kedelai hitam bisa menjadi pilihan asupan yang mengandung antioksidan.
Menurunkan Kolesterol. Kedelai hitam mengandung asam lemak tak jenuh ganda yang berfungsi menguraikan lemak dalam hati dan jaringan lemak. Kandungan isoflavon dari protein kedelai dapat juga menurunkan kadar kolesterol darah. Hanya saja, pada usia anak2, kolesterol masih dibutuhkan sebagai sumber energi dan bahan pembuat hormon tubuhnya. Nah sebagai orang tua musti bijak memberi kadar kedelai hitam dalam asupan makanannya, sehingga tidak menurunkan drastis BB dan kadar kolesterolnya.
Kedelai hitam juga mengandung lesitin. Di dalamnya terdapat lemak tak jenuh oleat, linoleat dan arakhidat yang mencegah penumpukan lemak berlebih dalam tubuh, sehingga bisa mengurangi obesitas. Selain itu, serat pada kedelai hitam bisa memperlancar sistem pencernaan tubuh yang mengalirkan zat2 racun keluar dari tubuh.
Berfungsi Sebagai Obat. Bila kita tidak ingin si kecil diserang diare, kita bisa memberi kedelai hitam pada mereka, sebagai bahan alami mencegah diare. Selain itu kedelai hitam juga bisa mencegah kurang zat besi, bahkan animea yang ditimbulkan oleh kurang zat besi. Dari hasil penelitian di Jepang menyatakan bahwa mengkonsumsi kedelai hitam juga bisa menghantam virus yang mengakibatkan penyakit pernapasan.
Ternyata banyak juga manfaat dari si hitam ini.. tapi yang ininih.. masalah menurunkan kolesterol.. sedangkan sina masih butuh kolesterol.. apalagi sina bisa dibilang BBnya dibawah standar. Waaaahh, kalo kebanyakan bisa2 BBnya tambah kurang.. hiks.. jangan sampe.. harus agak2 dikurangin nih nyemil kecapnyah..
alhamdulillah bermanfaat banget neeh artikel.. jadi tau manfaat dari kedelai hitam..
Tuesday, April 22, 2008
Sentuhan Yang Menyehatkan
Sentuhan atau pijatan pada bayi dapat merangsang produksi ASI, meningkatkan nafsu makan dan berat badannya. Tindakan ini juga akan mempererat tali kasih orang tua dan anak, serta menjadi dasar positif bagi pertumbuhan emosi dan fisik bayi.
Sentuhan alamiah pada bayi sesungguhnya sama artinya dengan tindakan mengurut atau memijat. Kalau tindakan ini dilakukan secara teratur dan sesuai dengan tata cara dan teknik pemijatan bayi, ia bisa menjadi terapi untuk mendapatkan banyak manfaat buat si bayi yang Anda cintai. Untuk keperluan itu, tidak perlu mengundang dukun pijat bayi sebab pemijatan bisa Anda lakukan sendiri.Dalam bukunya Pedoman Pijat Bayi, dr. Utami Roesli, Sp.A., M.B.A. menyebutkan, terapi sentuhan (pijat) bisa memberikan efek positif secara fisik, antara lain kenaikan berat badan bayi dan peningkatan produksi air susu ibu (ASI). Hal itu sudah dibuktikan oleh penelitian T. Field & Scafidi dari Universitas Miami, AS, yang menunjukkan bahwa 20 bayi prematur mengalami kenaikan berat badan 20 - 47% per hari setelah dipijat 3 x 15 menit selama 10 hari. Bayi cukup bulan usia 1 - 3 bulan yang dipijat 15 menit dua kali seminggu selama enam minggu mengalami kenaikan berat badan lebih tinggi dari kelompok bayi yang tidak dipijat. Bayi yang dipijat mengalami peningkatan tonus nervus vagus-nya (saraf otak ke-10). Ini membuat kadar enzim penyerapan gastrin dan insulin naik sehingga penyerapan terhadap sari makanan pun menjadi lebih baik. Penyerapan makanan yang lebih baik akan menyebabkan si kecil cepat lapar dan karena itu lebih sering menyusu. Akibatnya, produksi ASI akan lebih banyak.
Merasa aman dan tenang
Rene Spitz, dokter anak dan psikiater dari Amerika, melaporkan, bayi yang banyak memperoleh sentuhan, khususnya dari ibu, jarang mengalami simptom hospitalismus (gangguan yang sering dialami bayi yang tinggal di panti asuhan, seperti radang telinga tengah, campak, gangguan usus, dll.). Pengamatan T. Field seperti dikutip dr. J. David Hull, ahli virologi mulekuler dari Inggris, dalam makalah berjudul Touch Therapy: Science Confirms Instinct, menyebutkan terapi pijat 30 menit per hari bisa mengurangi depresi dan kecemasan. Tidurnya pun bertambah tenang. Terapi pijat 15 menit selama enam minggu pada bayi usia 1 - 3 bulan juga meningkatkan kesiagaan (alertness) dan tangisnya berkurang. Ini akan diikuti dengan peningkatan berat badan, perbaikan kondisi psikis, berkurangnya kadar hormon stres, dan bertambahnya kadar serotonin. Meningkatnya aktivitas neurotransmitter serotonin ini akan meningkatkan kapasitas sel reseptor yang mengikat glucocorticoid (adrenalin). Proses ini menyebabkan terjadinya penurunan kadar hormon adrenalin (hormon stres), dan selanjutnya akan meningkatkan daya tahan tubuh. Lebih dari itu, seperti disebutkan dalam buku Pedoman Pijat Bayi, sentuhan, belaian, dan pijatan akan mempererat ikatan kasih sayang orang tua dengan anak. Terhadap perkembangan emosi anak, sentuhan orang tua merupakan dasar perkembangan komunikasi, yang akan memupuk cinta kasih timbal-balik, dan menjadi penentu bagi anak untuk menjadi anak yang berbudi pekerti dan percaya diri. Lagi pula ia akan merasa aman karena merasa yakin memiliki kasih sayang dan perlindungan dari orang tua. Untuk kasus tertentu, pijat bayi juga dapat memberikan manfaat tambahan. Bagi pasangan yang masih remaja (teenage parents), pijat bayi mendongkrak rasa percaya diri dan rasa penerimaan atas keadaannya menjadi orang tua, serta meningkatkan harga diri sebagai orang tua. Bagi orang tua angkat, pijat bayi membantu menciptakan ikatan yang lebih kuat dengan bayinya. Mereka akan lebih cepat mengenal dan merasakan bahwa mereka saling terikat dalam satu keluarga. Untuk mengurangi kolik - yang biasanya ditandai dengan tangis melengking - orang tua dianjurkan memijat bayinya ketika kolik berlangsung, dan setiap kali sebelum bayi tidur. Dengan memijat, interaksi bayi dengan orang tua lebih positif, dan bayi menjadi lebih tenang, serta waktu tidur dan bangunnya lebih teratur. Pijatan juga terbukti dapat melegakan saluran napas yang menyempit karena asma, mampu mengurangi perasaan gelisah dan depresi sehingga serangan asma berkurang. Bahkan pemijatan pada bayi dari ibu HIV-positif dapat lebih menaikkan berat badan dan meningkatkan perkembangan motorik bayi. Setiap pijatan berkhasiat. Setiap gerakan yang berkaitan dengan kegiatan mengurut atau memijat memiliki khasiat. Gerakan usapan misalnya, dapat menenangkan anak, sehingga bermanfaat bagi anak yang berpembawaan gugup. Pada anak yang lesu dan malas bergerak, Barbara Ahr, ahli fosioterapi, menganjurkan agar usapan dilakukan sedikit lebih bertenaga dan diarahkan ke jantung. Usapan juga dapat merangsang aliran darah dan getah bening. Anda bisa mengusap-usap bagian punggung, tungkai, atau lengan si kecil. Mengurut bayi bisa juga dengan gerakan remasan. Remasan, menurut Ahr, berkhasiat pada jaringan penentu kemelaran otot yang terletak pada gelendong jaringan otot. Dengan kata lain, remasan dapat membuat otot bayi menjadi lebih kuat, sekaligus akan lebih melancarkan peredaran darah.Teknik remasan dilakukan dengan cara bagian tungkai atau lengan dipadatkan atau dimelarkan menggunakan sisi tangan bagian dalam dan sedikit gerakan memeras; mirip gerakan membuat adonan roti. Teknik kocokan dilakukan dengan cara “menggulung”. Tangan diletakkan sejajar dengan anggota badan, sambil mengurut seperti menggulung sosis atau mengaduk adonan. Teknik ini bermanfaat untuk mengendorkan jaringan. Cara lain, dengan teknik lingkar. Mula-mula dilakukan usapan, kemudian membuat bentuk lingkaran-lingkaran dengan kedua tangan. Dari lingkaran besar kemudian mengecil. Dengan latihan, lingkaran yang terbentuk akan makin bulat. Teknik urut lingkar, menurut Ahr, memberikan stimulasi pada permukaan jaringan, bahkan ke bagian jaringan lebih dalam. Hasilnya, aliran darah meningkat dan pembuluh darah lebih lebar. Semua teknik urut (usapan, remasan, kocokan, dan gerakan lingkar) bisa saling melengkapi. Bila dikerjakan secara lengkap, hasilnya akan lebih baik.
Pemijatan bisa dilakukan oleh ayah, ibu, nenek, atau anggota keluarga lain. Penelitian di Australia membuktikan, bayi yang dipijat ayahnya berat badannya cenderung naik dan hubungan dengan ayah makin baik. Bahkan bayi yang dipijat sejak usia empat minggu, ketika mencapai usia 12 minggu, akan lebih responsif
Kapan mulai boleh dipijat?
Dalam buku Pedoman Pijat Bayi, dr. Utami Roesli menyebutkan bahwa pijat bayi dapat dilakukan segera setelah bayi lahir. Jadi, dapat dimulai kapan saja sesuai keinginan. Bayi akan mendapat keuntungan lebih besar bila pemijatan dilakukan tiap hari sejak lahir sampai usia enam atau tujuh bulan.Pemijatan dapat dilakukan pagi hari sebelum mandi. Bisa juga malam hari sebelum bayi tidur sehingga bayi dapat tidur lebih nyenyak. Tindakan pijat dikurangi seiring dengan bertambahnya usia bayi. Sejak usia enam bulan, pijat dua hari sekali sudah memadai. Sebelum memijat, pastikan tangan Anda bersih dan hangat. Periksa kuku dan perhiasan untuk menghindari goresan pada kulit bayi. Bayi sudah makan atau benar-benar tidak sedang lapar. Tapi jangan memijat segera setelah bayi selesai makan. Yang juga penting diperhatikan, jangan membangunkan bayi hanya untuk dipijat. Jangan memijat bayi yang sedang tidak sehat, atau tak mau dipijat. Tidak boleh memaksakan posisi pijat tertentu pada bayi. Sebelum pemijatan hendaknya disiapkan lebih dulu handuk, popok, baju ganti, dan baby oil atau baby lotion. Bayi dibaringkan di atas permukaan kain yang rata, lembut, dan bersih. Pilih ruangan yang nyaman, hangat, dan tidak pengap untuk kegiatan ini. Lakukan secara menggembirakan bagi Anda maupun si bayi. Sebelum memijat, perlu dilakukan gerakan pembuka berupa sentuhan ringan di sepanjang sisi wajah bayi dan mengusap-usap rambut kepala, sambil diajak berbicara. Sebelum dan selama pemijatan, kulit bayi perlu sesering mungkin dilumuri baby oil atau baby lotion.Awalnya dilakukan sentuhan ringan dan lembut. Kemudian secara bertahap ditambahkan tekanan pada sentuhan itu, terutama bila bayi sudah mulai menerima pijatan itu. Bila bayi menangis, tenangkan dulu sebelum pemijatan dilanjutkan. Kalau tangisnya makin keras, pemijatan sebaiknya dihentikan. Mungkin bayi minta digendong, disusui, atau mengantuk. Selama pemijatan, pandanglah mata bayi dengan penuh kasih sayang. Lewat kontak pandang, Anda bisa belajar mengenali reaksi anak dan bisa mengamati penerimaan kegiatan memijat ini oleh anak. Anda pun dapat sekaligus menetapkan takaran pijatan yang pas untuk bayi Anda. Untuk menciptakan suasana tenang, ada baiknya sambil bersenandung atau memutar lagu lembut. Tak ada ketentuan baku tentang lamanya pemijatan. Namun berdasarkan pengalaman, untuk seluruh tahap pemijatan secara lengkap perlu disediakan waktu khusus minimal 15 menit. Setelah selesai, dr. Utami Roesli menyarankan, bayi perlu dimandikan agar merasa segar dan bersih dari lumuran baby oil. Hindarkan mata bayi dari percikan minyak atau baby oil.
Kegiatan mengurut bayi tidaklah menuntut keterampilan khusus. Pada awalnya mungkin kurang sempurna, namun kalau makin sering dilakukan, akan ditemukan pijatan dengan intensitas yang pas untuk bayi Anda. Selamat mencoba. (dr. Audrey Luize/Rye)
Monday, April 21, 2008
Bahan-bahan Tradisional yang Bisa Mengobati si Kecil

Lagi2 neeh saya nemu bahan2 tradisional yang bisa mengobati si kecil, sekali lagi neeh nemunya di tabloid Mom & Kidde (edisi 12 th II)..heeeee..
Berikut sejumlah tanaman obat dan bumbu dapur yang biasa digunakan sekaligus kegunaannya:
Bawang merah
Untuk menurunkan demam, parut bawang merah secukupnya, balurkan ditubuh bayi atau anak.
Untuk masuk angin, 6 siung bawang merah, dicuci bersih lalu tumbuk hingga halus, setelah halus campur dengan air kapur sirih secukupnya. Balurkan di punggung, leher, perut dan kaki.
Jahe
Untuk menghilangkan masuk angin, perut kembung dan kolik pada anak. Caranya 1/4 sendok teh jahe kering dilarutkan dalam 1/2 cangkir air panas. Berikan 1-2 kali per hari sesuai umurnya.
Kunyit
Untuk mengatasi diare, 1/2 jari kunyit dan 3 lembar daun jambu biji muda segar dihaluskan, campur dengan 1/2 cangkir air, lalu diperas. Setelah disaring lalu diminumkan pada anak.
Daun Jambu biji (jambu klutuk atau jambu batu)
Untuk diare, 3 lembar daun jambu biji yang muda dan segar dicuci bersih, tumbuk halus, beri 1/2 gelas air matang hangat diperas dan diambil airnya. Beri garam secukupnya sebelum diminum pada anak. Air perasan tersebut diberikan pada anak.
Belimbing wuluh
Biasanya digunakan untuk obat batuk anak. Caranya, kukus satu genggam atau 11-12 gram bunga belimbing wuluh segar, 5 butir adas, 1 sdm gula batu, 1/2 gelas air. Saring dan minumkan 2-3 kali per hari dengan dosis sesuai anak.
Mengkudu
Untuk meringankan perut kembung bayi. Caranya, panaskan daun mengkudu diatas api beberapa saat, lalu olesi minyak kelapa segar atau yang masih baru. Tempelkan pada perut anak sewaktu hangat. Bisa dilakukan ulang beberapa kali.
Air kelapa muda
Dapat digunakan untuk obat muntaber karena air kelapa muda banyak mengandung mineral kalium. Dosisnya tidak ada takaran, diberikan sesuai keinginan anak.
Jeruk nipis
Untuk mencairkan dahak dan obat batuk anak. Caranya campurkan 1 sdm air perasan jeruk nipis, 3 sdm madu murni, 5 sdm air matang lalu ditim selama 30 menit. Takaran minum untuk bayi 6 bulan - 1 tahun, 1/2 sdt yang diminum 2 kali sehari. Anak usia 1 - 3 tahun, 1 sdt yang diminum 2 kali sehari dan anak usia 4 - 5 tahun, 1 1/2 sdt yang diminum 2 kali sehari.
Cara lain, potong 1 buah jeruk nipis, peras airnya, kemudian tambahkan kecap manis, aduk. Takaran minum untuk 1 sdt yang diminum 3 kali sehari.
Banglai (bangle, panglai, manglai, pandhiyang)
Untuk menenangkan bayi dan anak yang sering rewel pada malam hari. Caranya, balurkan parutan banglai segar dikening dan badan anak.
Kencur
Untuk meringankan batuk pada anak. Caranya, 5 gram kencur segar dicuci bersih, parut lalu tambahkan 2 sdm air matang dan aduk. Setelah disaring, tambahkan 1 sdm madu murni. Berikan 2-3 kali sehari.
Adas
Teh adas dapat dipakai untuk meringankan bayi yang menderita kolik atau yang kesakitan akibat erupsi (keluarnya) gigi. Untuk obat masuk angin dan kolik, caranya 1 sdt adas bubuk dilarutkan dengan 1 cangkir air mendidih, aduk hingga larut. Setelah agak dingin, larutan dapat diminumkan pada bayi atau anak, takarannya sesuai dengan usianya.
Tips untuk Memberi Obat pada Anak

Saya juga pernah liat..anak susah minum obat malah ditakut2in..misal neeh "ntar dipanggil ah susternya biar dede disuntik.." hmm ini nambah lagih masalah, si anak jadi takut ama dokter ama suster..kan gawat..bisa2 anak2 menilai dokter atau suster itu galak..
naahh..buat para ibu2 yang merasa kesulitan ngasih obat buat anak2nyaa..saya nemu neeh tipsnya di Mom & Kiddie (edisi 12 th II).
Psikolog Dr. Rosa Damayanti G MA menyarankan supaya orang tua menggunakan baik kata-kata maupun nada suara untuk mendorong anak2 meminum obat mereka. Berikut tips yang disarankan kepada ibu2 sesuai umur anaknya.
Bayi dan Baduta: Umur 0-2 tahun
Bahkan kalau bayi tidak mengerti kata2 anda, mereka bisa memahami nada suara anda yang menenangkannya. Bayi dengan mudah gelisah, tapi juga mudah ditenangkan. karena mereka mempunyai rentang perhatian yang terbatas, ini membantu meminumkan obat dengan cepat dan kemudian mengalihkan perhatiannya.
Ketika bayi semakin besar, anda mulai bisa menjelaskan mengapa ia perlu minum obat atau menjalani prosedur tertentu. Anak2 baduta ini bisa menanggapi pilihan maupun pengalihan perhatian tersebut. Mereka senang dengan berbagai kebiasaan dan mungkin menginginkan video, mainan atau buku tertentu untuk menyertai proses minum obat ini. Anda bisa mengatakan "Sana ambil boneka macanmu dan beri obat, lalu kamu juga minum obat ini".
Anak Prasekolah: Umur 2-5 tahun
Pada tahap ini, anak2 ingin berbagai pilihan dan mereka mengharapkan kontrol. Meski anda tidak bisa memberi mereka pilihan untuk tidak minum obat, namun anda bisa sering memberinya pilihan bagaimana atau kapan mereka minum obat. Anda bisa mengatakan "Setelah kamu minum obat, kamu boleh minum susu cokelat atau jus. Mana yang kamu pilih?" atau "Tangan kiri atau kanan yang kamu minta untuk disuntik?". Kala anak semakin besar, Anda bisa memberikan pilihan2 yang lebih peka waktu seperti, "Kamu ingin berpakaian sebelum minum obat atau setelahnya?".
Anak Usia Sekolah: 5-11 tahun
Pada tahap perkembangan ini, plihan2 tetap penting diberikan kepada anak2. Tetapi pilihannya bisa lebih luas lagi. Anak2 seusia ini bisa memahami mengapa mereka perlu minum obat atau menjalani perawatan tertentu.
Kalau anak menderita asma, misalnya, ia akan mampu memahami mengapa ia perlu pelega nafas. Akan sangat membantu jika anak dilibatkan dalam rencana perawatannya sehingga ia juga bisa ikut bertanggung jawab atas kesehatannya. Inilah saat yang tepat untuk mengajukan pertanyaan seperti "Bagaimana agar ibu bisa menolongmu?" atau "Apa yang kamu butuhkan?".
Jika anak2 pada umur ini menolak mengikuti perintah. Anda bisa mencoba memberinya jeda. Beristirahat sebentar, kemudian dilanjutkan kembali. Anak2 usia sekolah seringkali sangat menyadari efek samping, sehingga lebih baik membicarakannya bersama mereka. Berikan penjelasan yang menenangkan dan kalau perlu berkonsultasi ke dokter bersama-sama.
Praremaja dan Remaja: Usia 12 tahun ke atas
Anak2 yang sudah besar dan remaja bisa bertanggung jawab sendiri atas kesehatannya. Mereka tahu bahwa dengan minum obat akan membuatnya merasa lebih baik, hanya saja mereka tidak selalu ingin melakukannya.
Kebanyakan remaja sesekali menolak minum obat selama perawatannya karena titik tertentu - tak peduli betapa sakitnya mereka - mereka merasa tidak bisa mati. Penolakan ini wajar, tetapi juga perlu diatasi.
Akan sangat membantu jika anda mengingatkan remaja bahwa perlu memperhatikan kesehatannya sendiri menunjukkan tingkat kedewasaannya dan bahwa ia bisa dipercaya serta semua itu membuatnya bisa memperoleh privilese seperti yang dimiliki orang dewasa. Anda juga bisa memberitahunya bahwa tidak merawat diri sendiri menunjukkan bahwa ia masih membutuhkan orang tua untuk melakukan hal itu kepadanya.
Akan tetapi sebagian pakar mendorong orang tua untuk tidak menjelaskan dalam cara yang menghukum seperti ini. Sebagai contoh, daripada menyebutkan "Karena tidak mau minum obatmu, kamu tidak boleh pergi ke bioskop lagi!" anda bisa mengusun ulang kalimat itu lebih positif, dengan mengatakan "kamu menunjukkan kepada mamah bahwa kamu belum siap melakukan ini sendiri". Dengan cara ini, anda membantu remaja anda untuk melihat sebuah jalan keluar - dan mengungkapkan konsekuensi2nya, alih2 memberikan ancaman hukuman.
Mudah2an tips2 diatas bisa ngebantu ibu2 buat ngasih obat ke anaknya..jadi ga usah ada acara berantem2an lagih..ga ada acara cekok2an lagih..ga ada acara ancem2an lagih..heeee..